Hakekat bekerja sebagai bagian dari tim manajemen di dalam perusahaan.

Pertama kita perlu mensyukuri salah satu dari bermacam-macam nikmat Allah SWT, bahwa kita sudah dapat bekerja di dalam perusahaan yang kita inginkan. Dan dengan bekerja ini kita berharap dapat memperoleh keberkahan mendapat manfaat khususnya imbalan yang dapat digunakan bagi pemenuhan kebutuhan hidup kita.

Dalam mensyukuri nikmat ini, kita sebagai pekerja di perusahaan, tidak boleh melupakan bahwa perusahaan dimana kita bekerja ini adalah perusahaan yang telah didirikan oleh pemilik perusahaan dengan harapan-harapan mereka bahwa mendirikan perusahaan ini dapat memberikan manfaat bagi mereka sekaligus memberi manfaat kepada banyak orang yang bekerja di perusahaan yang mereka dirikan itu. Kita yakini bahwa upaya mereka untuk mendirikan perusahaan tidaklah terlepas dari keinginan mereka melakukan amal ibadah kepada Tuhan YME, Allah SWT. Pendiri tentu mengharapkan bahwa dengan berkat rahmat Allah SWT, dengan kemampuan pengelolaan yang baik maka seharusnya perusahaan dapat makin berkembang dan hasilnyapun dapat meningkat sehingga dapat lebih banyak manfaat untuk kepentingan pemilik sendiri ataupun untuk mendirikan perusahaan lain yang diharapkan memberikan lebih banyak manfaat lagi bagi mereka serta bagi lebih banyak orang lagi sebagai pekerja.

Sesungguhnya, yang berkepentingan atas keberhasilan kegiatan usaha perusahaan bukanlah hanya pekerja dan pemilik saja, tetapi juga pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti masyarakat pengguna produk, perbankan, Pemerintah, kegiatan ekonomi sekitar dan lain-lain. Pengelolaan perusahaan diharapkan dapat memenuhi harapan mereka juga.

Karena itu, setiap pekerja wajib berikhtiar turut mengembangkan perusahaan dengan cara lebih produktif, agar dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi kita yang bekerja di perusahaan, tetapi juga bagi pemilik perusahaan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan itu. Tetapi dengan memenuhi manfaat bagi pekerja dan pemilik/pendiri, maka pihak lain yang berkepentingan itu Insya Allah akan terpenuhi juga harapannya.

Pendiri/pemilik perusahaan akan memilih dan menetapkan orang yang mereka percayai untuk menjadi pimpinan pengelola/manajemen yang diharapkan untuk memimpin pengelolaan perusahaan agar dapat semakin berkembang. Pendiri/pemilik dapat sewaktu-waktu mengganti pimpinan manajemen ini apabila dianggap tidak cakap memenuhi harapan mereka dalam mengelola perusahaan untuk mencapai tujuan atau memenuhi harapan mereka.

Demikian pula, pimpinan manajemen akan memilih dan menunjuk para staf yang dipercayainya untuk dapat mendukungnya dalam memenuhi amanah dari pendiri untuk mengembangkan perusahaan, meningkatkan nilai perusahaan dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya. Pimpinan manajemen juga dapat sewaktu-waktu mengganti stafnya apabila dianggapnya tidak cakap dalam mendukung kegiatan maupun kebijakan pengelolaan yang digariskannya.

Pimpinan manajemen serta para staf pembantunya sebagai tim manajemen perusahaan, harus bersama-sama peduli atas kondisi perusahaan dan situasi yang dihadapi perusahaan, apakah itu suatu kesempatan maupun itu suatu kendala atau halangan, dan bertanggung jawab untuk berinisiatif melakukan ikhtiar secara maksimal agar dapat menciptakan cara bekerja atau melakukan tindakan yang paling produktif untuk sebaik-baiknya memanfaatkan kesempatan yang muncul maupun untuk mengatasi kendala atau halangan yang dihadapi.

Pimpinan beserta staf sebagai tim manajemen perusahaan belum dapat dikatakan berhasil memenuhi tanggung jawabnya apabila belum dapat memenuhi harapan pekerja sekaligus harapan pemilik perusahaan secara serasi, selaras dan seimbang. Manajemen harus dapat memperlihatkan adanya keserasian, keselarasan dan keseimbangan ini.

Jadi manajemen bukanlah mewakili pemilik untuk “menghadapi” pekerja dan juga bukan mewakili pekerja “menghadapi” pemilik, melainkan untuk mengelola perusahaan memenuhi harapan mereka berdua. Dan hal ini perlu disadari dan ditanamkan secara berjenjang ke bawah oleh manajemen kepada seluruh pekerja diperusahaan, untuk benar-benar memahami apa yang dimaksud sebagai kemitraan antara pekerja dengan pengelola dan dengan pemilik.

Masing-masing anggota tim manajemen harus senantiasa peduli atas kondisi perusahaan dan situasi yang dihadapi, kemudian berinisiatif dengan mengembangkan pola pikir/inovasi dan merealisasikannya untuk meningkatkan terus produktifitas kegiatan. Mereka harus senantiasa meningkatkan kemampuan diri agar dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengikuti perkembangan lingkungan yang menciptakan kondisi perusahaan serta situasi lingkungan yang dihadapi, khususnya dalam menghadapi persaingan, agar perusahaan mampu tetap hadir (exist) dalam dunia kegiatan usahanya.

Anggota tim manajemen yang terlihat sudah tidak peduli atau tidak mampu berinisiatif, tidak akan diperlukan mendukung pengembangan perusahaan karena ia hanya akan menjadi beban dan merugikan anggota lain maupun pekerja keseluruhan. Karenanya pimpinan perusahaan sebagai pimpinan tim manajemen perlu mengamati, mengawasi, memberikan pengarahan kepada anggota tim manajemen dan dapat dengan tegas memilih siapa yang dapat mendukungnya dalam ikhtiar mencapai sasaran kegiatan usaha.

Tiap anggota tim manajemen juga harus mampu menilai dirinya sendiri apakah ia memang mampu menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya, apakah ia sudah senantiasa meningkatkan ilmu untuk dapat memberikan kontribusi positif yang diperlukan perusahaan, apakah ia sudah mengerahkan segala ilmu, pengetahuan, kecerdasan dan pengalamannya, apakah ia sudah menggunakan seluruh waktu yang dimilikinya secara efektif, apakah ia sudah sungguh-sungguh peduli, apakah ia sudah sungguh-sungguh berinisiatif, apakah ia sudah kreatif/inovatif, apakah ia sudah berikhtiar merealisasikan dan lain-lain sebagainya.

Kepedulian atas kondisi perusahaan maupun situasi yang dihadapi perusahaan, harus membuat semua anggota tim pengelola untuk bersama-sama merasa perlu berkoordinasi secara melekat. Masing-masing harus peduli atas segala kegiatan perusahaan, baik yang menjadi tanggung jawabnya secara langsung ataupun yang menjadi tanggung jawab anggota tim manajemen yang lain. Dan yang tetap tidak boleh dilupakan dalam berkoordinasi ini adalah tujuan untuk juga memberi manfaat kepada pemilik/pendiri perusahaan, bukan hanya demi kepentingan pekerja perusahaan, yang harus menjadi komitmen bersama para anggota tim manajemen dan menjadi salah satu acuan dalam pengambilan keputusan-keputusan atau kebijakan manajemen.

Dalam bekerja, para pekerja akan mengikuti sikap dan perilaku tim manajemen, sebagai atasan mereka, dalam bekerja melakukan tugas tim manajemen. Karena itu, seluruh anggota tim manajemen perlu membuktikan sikap kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja tuntas dan kerja ikhlas (5-as), untuk terus mengembangkan perusahaan agar dapat memberi manfaat bagi pekerja maupun pemilik/pendiri. Seluruh anggota tim manajemen harus menunjukkan bahwa mereka tidak melakukan tindakan yang menurunkan produktifitas yaitu tindakan-tindakan maling, malas dan mubazir (3M).

Para anggota tim manajemen dituntut untuk sering berada di lapangan untuk mendampingi pekerja, memantau, memeriksa dan mengawasi, sambil memotivasi pekerja untuk mencapai hasil terbaik.

Tetaplah bekerja dengan hati-hati karena hati-hati adalah kawan kita yang sejati. Hati-hati pada dasarnya adalah lebih teliti, tertib dan pahami masalah sebelum melangkah.

Demikianlah agar dapat dipahami untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan tanggung jawab bekerja di perusahaan.

 

Jakarta, 7 Juli 2011

 

 

Source:  AW


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>