Tag Archives: router

What is IPv6? and Why do we need IPv6?

What is IPv6?

increasing number of Internet users, the limited IP4, IP6 has been no new generation of more flexibility, efficiency,capability, and optimized functionality That can truly meet ourever-Increasing needs.

People refer to IPv6 as “the next-generation Internet protocol,” and it was originally created as the answer to IPv4’s inevitable, looming address-exhaustion crisis.

Though you’ve probably heard a thing or two about IPv6 already, it has been improved even further in the quest to bring us the flexibility, efficiency, capability, and optimized functionality that can truly meet our ever-increasing needs.

Why do we need IPv6?

Because we need to communicate, and our current system isn’t really cutting it anymore—kind of like how the Pony Express can’t compete with airmail. Just look at how much time and effort we’ve invested in coming up with slick new ways to conserve bandwidth and IP addresses.
The amount of people and devices that connect to networks increases each and every day.

You can actually leave out parts of the address to abbreviate it, but to get away with doing that you have to follow a couple of rules. First, you can drop any leading zeros in each of the individual blocks. After you do that, the sample address from earlier would then look like this:

2001:db8:3c4d:12:0:0:1234:56ab

Okay, that’s a definite improvement—at least we don’t have to write all of those extra zeros! But what about whole blocks that don’t have anything in them except zeros? Well, we can kind of lose those too—at least some of them. Again referring to our sample address, we can remove the two blocks of zeros by replacing them with double colons, like this:

2001:db8:3c4d:12::1234:56ab

Mikrotik Sebagai Network Address Translation (NAT)

Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP version 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 bytes berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu user dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dishare dengan beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.

Misal kita ingin menyembunyikan jaringan local/LAN 10.68.29.0/24 dibelakang satu IP address 202.158.42.103 yang diberikan oleh ISP, yang kita gunakan adalah fitur Mikrotik source network address translation (masquerading) . Masquerading akan merubah paket-paket data  IP address asal dan port dari network 10.68.29.0/24 ke 202.158.42.103 untuk selanjutnya diteruskan ke jaringan internet global.

Continue reading

Mikrotik sebagai Bridging

Bridge adalah suatu cara untuk menghubungkan dua segmen network terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri. Paket yang diforward berdasarkan alamat ethernet, bukan IP address (seperti halnya router). Karena forwarding paket dilaksanakan pada Layer 2, maka semua protokol dapat melalui sebuah bridge.

Jadi analoginya seperti ini, anda mempunyai sebuah jaringan local 192.168.0.0/24 gateway ke sebuah modem ADSL yg juga sebagai router dengan ip local 192.168.0.254 dan ip public 222.124.21.26.

Anda ingin membuat proxy server dan mikrotik sebagai BW management untuk seluruh client. Nah mau ditaruh dimanakan PC mikrotik tersebut? Diantara hub/switch dan gateway/modem? Bukankah nanti jadinya dia sebagai NAT dan kita harus menambahkan 1 blok io privat lagi yang berbeda dari gateway modem?

Solusinya mikrotik di set sebagai bridging, jadi seolah2 dia hanya menjembatani antar kabel UTP saja. Topologinya sbb:

Internet———-Moderm/router———–Mikrotik——–Switch/Hub—–Client


Setting bridging menggunakan winbox

1. Menambahkan interface bridge

Klik menu Interface kemudian klik tanda + warna merah untuk menambahkan interface, pilih Bridge

memberi nama interface bridge, missal kita beri nama bridge1

Continue reading